Sabtu, 18 Februari 2017

mengapa anda ke psikolog bukan ke psikiater

Seringkali masyarakat umum menganggap sama antara psikolog dan psikiater, padahal keduanya adalah profesi yang sangat berbeda. Jika psikolog menangani klien dengan konseling dan psikoterapi sedangkan psikiater menangani pasien dengan obat. Ya berarti jika anda mengalami masalah kehidupan yang berdampak pada psikis anda maka seharusnya anda datang ke psikolog. Dengan datang ke psikolog masalah anda akan di urai dan di pecahkan bersama sama. Hal ini sangat tidak pas jika anda datang ke psikiater karena psikiater tidak akan memberikan konseling kepada anda, psikiater hanya memberikan obat dan obat. Psikiater akan melihat gangguan fisiknya dimana dan diberikan obat. Misalnya gangguan anda tidak bisa tidur maka psikiater tidak akan memberikan konseling lansung saja memberikan obat tidur. Ya anda akan diberikan obat tidur karena masalah anda adalah sulit tidur, itu menurut psikiater. Berbeda dengan psikolog anda akan diajak untuk menguraikan masalah anda dan diajak untuk menyadari sebenarnya apa yang menjadi masalah bagi anda sehingga menyebabkan anda tidak bisa tidur. Ketika masalah psikis anda selesai dengan psikolog maka otomatis simtom tidak bisa tidur akan hilang dan anda akan tidur dengan nyaman.
jadi untuk awal mengatasi masalah psikis sebaiknya anda datang ke psikolog, jika nanti psikolog mengharuskan anda untuk memeriksakan diri ke psikiater maka baru anda harus ke psikiater. Ketika anda sudah mengalami halusinasi, tidak bisa mengontrol depresi, dan gangguan jiwa berat lainnya maka sebaiknya anda mengikuti sadar psikolog untuk memeriksakan diri ke psikiater.
alhamdulillah beberapa klien kami yang awalnya menggunakan obat obatan mulai mengurangi penggunaannya. terutama adalah obat tidur. Di konseling dan terapi klien klien saya ajak untuk menyadari masalahnya dan mereka merasa lega dan bisa tidur tanpa menggunakan obat tidur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar