Tampilkan postingan dengan label obat tidur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat tidur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

jangan buru buru minum obat tidur, selesaikan masalah psikisnya

kebanyakan pasien yang dikirim ke kami sudah terlanjur minum obat tidur, baru ke kami setelah mengalami efek samping dari obat tidur misalnya yang kepala pusing, perut mual, tidak bisa tidur lagi meski sudah minum obat, ketergantungan dan lainnya. Klien baru sadar ketika yang menjadi masalah sebenarnya adalah stressnya bukan tidurnya, tidur hanya sebagai gejala dari akar masalah. Pananganan yang salah ini seharusnya bisa di ketahui sejak awal, dari penyembuh pun harusnya bijaksana dalam memberikan obat tidur. Perlu adanya pemeriksaan psikologi jika pasien mengalami gangguan tidur apakah memang karena masalah fisik biologis atau masalah kejiwaan. Jika memang masalah kejiwaa sebaiknya di konsulkan ke psikolog. Ada dua terapi yang akan dijalankan oleh psikolog terkait dengan gangguan tidur. Yang pertama akan dibahas permasalahan psikisnya yang kedua akan diberikan psikoterapi yang sesuai dengan gangguan yang dialami pasien. Dengan demikian pasien mendapatkan pengobatan dan penanganan yang sesuai dengan meminimalkan efek samping dari penggunaan obat yang merugikan.

Sabtu, 18 Februari 2017

mengapa anda ke psikolog bukan ke psikiater

Seringkali masyarakat umum menganggap sama antara psikolog dan psikiater, padahal keduanya adalah profesi yang sangat berbeda. Jika psikolog menangani klien dengan konseling dan psikoterapi sedangkan psikiater menangani pasien dengan obat. Ya berarti jika anda mengalami masalah kehidupan yang berdampak pada psikis anda maka seharusnya anda datang ke psikolog. Dengan datang ke psikolog masalah anda akan di urai dan di pecahkan bersama sama. Hal ini sangat tidak pas jika anda datang ke psikiater karena psikiater tidak akan memberikan konseling kepada anda, psikiater hanya memberikan obat dan obat. Psikiater akan melihat gangguan fisiknya dimana dan diberikan obat. Misalnya gangguan anda tidak bisa tidur maka psikiater tidak akan memberikan konseling lansung saja memberikan obat tidur. Ya anda akan diberikan obat tidur karena masalah anda adalah sulit tidur, itu menurut psikiater. Berbeda dengan psikolog anda akan diajak untuk menguraikan masalah anda dan diajak untuk menyadari sebenarnya apa yang menjadi masalah bagi anda sehingga menyebabkan anda tidak bisa tidur. Ketika masalah psikis anda selesai dengan psikolog maka otomatis simtom tidak bisa tidur akan hilang dan anda akan tidur dengan nyaman.
jadi untuk awal mengatasi masalah psikis sebaiknya anda datang ke psikolog, jika nanti psikolog mengharuskan anda untuk memeriksakan diri ke psikiater maka baru anda harus ke psikiater. Ketika anda sudah mengalami halusinasi, tidak bisa mengontrol depresi, dan gangguan jiwa berat lainnya maka sebaiknya anda mengikuti sadar psikolog untuk memeriksakan diri ke psikiater.
alhamdulillah beberapa klien kami yang awalnya menggunakan obat obatan mulai mengurangi penggunaannya. terutama adalah obat tidur. Di konseling dan terapi klien klien saya ajak untuk menyadari masalahnya dan mereka merasa lega dan bisa tidur tanpa menggunakan obat tidur.