Tampilkan postingan dengan label depresi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label depresi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2020

ego defense mechanism pada orang bermasalah psikis

ego defense adalah sistem pertahanan diri yang selalu ada pada orang yang mengalami permasalahan psikis. Kalau orang normal dia tidak akan mempertahankan dirinya jika ego nya terancam, dia akan membiarkan dengan rela dan ridho. Orang yang mengalami gangguan mental akan mempertahankan egonya mati matian, Sehingga perilakunya tidak wajar. contoh perilaku yang terlalu mempertahankan ego diri ini adalah "mengkambinghitamkan orang lain" kesalahan selalu pada orang lain bukan pada dirinya. nah anehnya kalau ini semakin parah dan tidak tertolong maka dia akan menyalahkan dirinya sendiri, jadi hanya karena memperthankan ego sikapnya secara terbalik akan menyalahkan dirinya self blamming. Jika sudah demikian maka seseorang akan mengalami streess yang mendalam dan akhirnya akan depresi dan jika ini tidak tertolong maka akan masuk dalam gangguan pada level psikotik.
keadaan pertahanan diri yang tidak wajar ini bisa kita saksikan pada orang orang yang perilakunya menjengkelkan, nylekit, njelehi dan perilaku negatif lainnya. Kadang juga berbohong, tidak merasa bersalah dan tidak mau mengakui kesalahan. jika ada orang lain yang salah maka seperti terpicu untuk membicarakan secara berlebihan dengan nada yang sangat jengkel padahal sebenarnya itu adalah ekspresi dari gangguan jiwa yang dia alami.
orang seperti ini hanya bisa disembuhkan jika dia mau sembuh, tapi seringkali mereka tidak merasa terganggu karena egonya dipertahankan mati matian. Baru nanti setelah mengalami gangguan yang akut misalnya tidak bisa tidur atau tiba tiba mengalami gejala parah seperti psikosomatis, bi polar mereka baru meminta pertolongan ahli.

Senin, 14 Oktober 2019

Kasus bunuh diri pada penderita depresi

baru baru kita dihebohkan dengan kasus bunuh diri seorang bintang SULLI meninggal dunia karena bunuh diri yang diindkasikan karena depresi. Tinjauan secara ilmiah kasus bunuh diri melalui teori eksistensial humanistik, penderita depresi cenderung merasa tidak berarti dalam hidupnya. Terlebih penderita adalah seorang yang terkenal. Keadaan terkenal dapat menyebabkan orang menjadi lebih depresi dan cenderung untuk bunuh diri. Sebab seolah dia merasa di ketahui banyak orang keadaannya, keadaan merasa di ketahui banyak orang menyebabkan ada ketakutan dan berakhir dengan bunuh diri.
Depresi memang tidak dapat dibiarkan begitu saja atau dianggap ringan. Penderita harus mendapatkan pendampingan dari seorang ahli agar dia dapat survive dari keadaan depres nya. Pendampingan ini dapat membangkitkan kemandirian dan keberartian dirinya. Ketika seorang merasa ada yang menghargai dan muncul harga dirinya muncul eksistensi dirinya maka keadaan depres akan berkurang dan muncul motivasi untuk lebih aktif dan sembuh secara total.