Tampilkan postingan dengan label bunuh diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunuh diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2020

konseling berbasis mindfulness

Mindfulness berbasis konseling memudahkan klien untuk dapat menerima permasalahan permasalahan psikologis yang dia alami. Seorang klien yang stress karena dirinya merasa di perintah untuk bunuh diri merasa ketakutan dan memperparah cemasnya. Dengan mindfulness ini klien akan diajak untuk menyadari proses perintah dalam dirinya untuk bunuh diri tersebut. kemudian setelah menerima klien diminta untuk menerima pikiran pikiran yang muncul tersebut. Selama proses ini berlangsung klien akan merasa bebas untuk bercerita sehingga dia semakin sadar bahwa pikiran itu bukanlah dia, dia sekarang menjadi penonton terhadap pikirannya dan terhadap perasaannya. Setelah selesai proses bercerita tersebut klien saya tanya bagaimana perasaannya ketika cerita, dia tidak cemas dan merasa "plong".
Konsep mindfulness ini dapat membuat klien menerima permasalah yang sedang dia alami. Karena sebelum menerima klien diajak untuk menyadari terlebih dahulu. Dan kesadaran akan permasalahan dan kesediaan untuk menerima maka secara emosional dia akan terbebas dari beban emosional dan beban pikiran yang sedang dialaminya.
konsep ini akan terus kami kembangkan terutama untuk klien klien yang mengalami ketidakberdayaan dengan pikiran dan perasaannya.

Senin, 14 Oktober 2019

Kasus bunuh diri pada penderita depresi

baru baru kita dihebohkan dengan kasus bunuh diri seorang bintang SULLI meninggal dunia karena bunuh diri yang diindkasikan karena depresi. Tinjauan secara ilmiah kasus bunuh diri melalui teori eksistensial humanistik, penderita depresi cenderung merasa tidak berarti dalam hidupnya. Terlebih penderita adalah seorang yang terkenal. Keadaan terkenal dapat menyebabkan orang menjadi lebih depresi dan cenderung untuk bunuh diri. Sebab seolah dia merasa di ketahui banyak orang keadaannya, keadaan merasa di ketahui banyak orang menyebabkan ada ketakutan dan berakhir dengan bunuh diri.
Depresi memang tidak dapat dibiarkan begitu saja atau dianggap ringan. Penderita harus mendapatkan pendampingan dari seorang ahli agar dia dapat survive dari keadaan depres nya. Pendampingan ini dapat membangkitkan kemandirian dan keberartian dirinya. Ketika seorang merasa ada yang menghargai dan muncul harga dirinya muncul eksistensi dirinya maka keadaan depres akan berkurang dan muncul motivasi untuk lebih aktif dan sembuh secara total.